Selasa, 15 Juli 2008

Ketulusan Cinta

Ketuluasan Cinta


Disaat kau mencintai seseorang
Cintailah dengan ketulusan hatimu
Ketulusan mencintai dengan ikhlas
Tanpa harus mengharap imbalan atau balasan darinya tuk mencintaimu

Ketulusan yang kau berikan kepadanya adalah
sebuah pembebasan dari duka dan deritamu
ketulusan yang kau tanam akan berbuah kebehagiaan
Bukan kekecewaan yang menyesakkan dada

Jangan banyak mengharap cinta dari orang yang kau cintai
karena akan sering mengalami siksaan batin
Selalu ikuti kemana hatimu bergerak
Saat itu pula cintamu tak pernah tegak berdiri dalam jiwamu
Dimana jiwamu sedang terombang ambing
Di antara perasaan takut kalau ia tak akan mencintaimu
Bahkan membencimu

Cinta yang suci dan murni akan kau rasakan
dengan gerak hatimu yang tulus pada orang yang kamu cintai
tanpa ketulusan
tidak akan pernah bisa merasakan betapa manisnya madu cinta


Jika belum bisa berlaku tulus
Coba liatlah ke kedalaman lubuk hatimu
Agar kau dapat pahami rahasia hatimu
Hingga akan kau temukan seberkas cahaya kesadaran
Yang kan mendorong hatimu tuk berlaku tulus

Jangan pernah menyesali semua yang telah kau berikan padanya
karena semua itu tak kan pernah sia-sia
dengan ketulusan
kan membakar duka laramu
Dan menumbuhkan benih-benih cinta pada hatinya

Sahabat kecilku

Sahabat

sahabat
ingin kuraih gengaman tangan mu
ingin ku peluk tubuh mungil mu
tapi aku tak kuasa tuk memiliki mu

sahabat...
aku hanya dapat melihatmu dari kejauhan
aku tak kuasa melihat dan menatapmu
tubuh mungil mu..
senyumanmu yang begitu manis
tatapan mata mu yang begitu damai
kepolosan mu
dan semua keceriaan mu
membuat aku meneteskan air mata

sahabat..
kuatkan hatimu tuk menghadapi semua ini..
walau tubuhmu semakin rapuh
aku yakin kau mampu

Kamis, 03 Juli 2008

Kebimbangan

Kebimbangan

Dia selalu dalam kebimbangan
kebimbangan dalam dirinya
dia selalu dalam keraguan
keraguan yang selalu ada dalam pikiranya
dia selalu dalam bunga-bunga mimpinya
yang selama ini menghiasi tidurnya

Dia selalu berharap itu semua…
Apakah perbedaan yang memisahkan kita…
Aku tahu kita berbeda

Mengapa kau selalu mengungkit masalah itu…
Aku tahu kita memang berbeda…

Tapi salahkah jika manantimu…
menanti kepastianmu tuk menghapus
semua kebimbangan
Salahkah jika aku mencintaimu…

Apakah aku tak berhak atasmu…
Aku tahu kau mencintaiku, akupun begitu…
Kenapa kita tak bisa lewati ini…


Kamis, 26 Juni 2008

P e l u h

P e l u h


Matahari telah bersinar dengan cerah
suara burung berkicau dengan merdunya
angin berhembus dengan perlahan
tetesan embun begitu dingin

dan

awal kehidupan dimulai lagi
kujalani roda kehidupan ini
dengan irama yang sama setiap harinya
kujalani kehidupan tanpa kepastian

kulalui hariku dengan keraguan
tak kuhiraukan walau peluh selalu membasahiku

mungkin suatu kebaikan atau mungkin suatu keburukan
yang akan menghampiriku
hanya ada ketidaktahuan atas kemungkinan dan juga kepastian
adalah kejutan dalam hidup yang penuh tantangan

kurasa apa yang bisa kurasa
kujalani apa yang mampu ku jalani
walau peluh terus membasahiku

kupeluk.....dengan eratnya dan.....kusembunyikan
dalam hati dan jiwaku yang paling dalam

Pengemis

Pengemis

Dijaman yang sudah maju seperti sekarang ini, dimana pohon-pohon beton tumbuh dengan sangat suburnya seperti jamur di musim penghujan.

dengan semakin bertambahnya pembangunan disana sini, dan kemajuan kota yang sangat pesat memungkinkan penduduk yang ada didesa berdatangan di kota. dengan segala cara mereka bertahan hidup.
Tetapi cara yang mereka ambil adalah cara yang sangat sederhana dan mudah untuk mereka kerjakan, cara apakah itu? kebanyakan dari mereka mengambil cara mengemis disana-sini. salah satu contohnya dari gambar di atas, dimana seorang anak kecil sambil mengendong seorang bayi yang sedang tertidur dengan nyenyaknya wajahnya di penuhi oleh peluh dan debu mengharapkan belas kasihan dari orang-orang yang melihatnya dan mengaharkan orang tersebut memberi sejumlah uang, tetapi apakah sebagaian orang tahu kalau ibu si anak itu ada tidak jauh dari mereka. apakah pantas kalau orang tuanya di sebut sebagai orang tua yang baik, ?
Sebenarnya pemerintah kota sudah menampung mereka di suatu panti sosial dan memberikan mereka keterampilan yang nantinya bermanfaat bagi mereka, tetapi kebanyakan dari mereka tidak mau lama-lama di panti tersebut karena mereka beranggapan di panti tersebut tidak dengan mudah mendapatkan uang. , makanya mereka pada keluar dan kembali lagi ke jalan..., dijalan mereka terorganisir ada yang mengetuainya dan berkelompok. tetapi mereka tidak sadar akan keselamatan diri mereka sendiri




Selasa, 24 Juni 2008

Mimpi balik ke kampung

Mau coba ah, nulis make bahasa melayu... biar gak bosan membacanya mudah-mudahan saja ada yang mengerti ya.. maklumlah kita terdiri dari bermacam-macam suku budaya, jadi tak apalah bila saya menulis menggunakan bahasa melayu

Ini ada sedikit cerita tentang tragedi mimpi pulang kampung, yah ...kalau namanya mimpi pasti sudah bisa di tebak.. tapi tak apalah bila saya menulisnya di sini...
kita mulai sajalah ceritanya ni, biar tak penasaran..
" Abang ni, pakai tuh nan elok-elok lah sikit, kata si liza ( nama tak apalah kita samarkan.... biar tak ketahuan ) sambil membetulkan pakaian husen, husen tersenyum memandang liza. " cantik istri abang hari ni," husen mencubit pipi liza dengan lembut. Ayah-ayah cepatlah yah..." kedua anaknya masuk ke kamar karena tak sabar nak balik ke kampung."
yelah....yelah ayah dah siap ni." Liza hanya tersenyum melihat suaminya melayan karena anak-anaknya yang comel dan manja tuh." Abang lah lama kita tak balik kampung macam ni, ye?, kemudian si suami cakap dengan liza... maklumlah abang ni sibuk dengan perniagaan, baru kali ini abang ada peluang tuk cuti panjang."
"Tak Sabar Rasanya Nak Tiba di Kampung," husen Berkata Dalam Hati. Semakin Lama mobil Semakin cepat Dan husen Semakin tak sabar, husen dah tak sabar untuk segera sampai ke kampungnya.
pedal gas ditekannya lagi dan mobil melaju dengan cepatnya.
"Eh Abang, kenapa ngebut Sangat Ni?" tiba-tiba Liza terjaga dari tidurnya.
"Tak ada-apa La sayang, rileks... cepat sikit kita sampai kampung nanti."

"Sabar Bang, Sabar. Biar lambat tak apa... Jangan ngebut sangat Bang, Liza takut." Liza cuba membujuk husen supaya memperlahankan laju mobilnya.
"Rileks Liza...tak ada apa-apa," husen terus memotong bis di depannya tanpa was-was.
"Haaa... Kan, tengok. Tak ada apa-Apakan?" Kata husen setelah berhasil memotong bis tadi.
"Sudah la tu bang."

"Ha... Tu ada satu lagi Bis. Liza Tengok Abang Potong Dia Aaa....", Pedal gas ditekannya hingga Jejak ke lantai. husen Terus Membelok Ke kanan untuk memotong Dan.... Di Depannya terdapat sebuah gerobak yang besar .......Dan..... BANG!!
"husen.... Bangun sen," sayup-sayup terdengar suara emaknya. husen membuka matanya. Dia terlihat emaknya disitu.
"Mana Liza Mak ? Macammana dengan Liza Mak ? ... Mana Anak-Anak Saya Mak ?" Bertubi-Tubi husen Menyoal Emaknya. husen tak dapat menahan kesedihannya lagi. husen menangis semahu-mahunya di depan emaknya.
Emaknya memandang husen Tepat-Tepat.
Macamana dengan Isteri husen mak, Liza?" husen masih terus menangis.

Kepala husen yang botak itu ditampar oleh Emaknya dengan tiba-tiba. husen terdiam. kenapa Emaknya buat dia macam tu?
"banyak la engkau punya Isteri ! keja pun pemalas ada hati nak berbini. Tu la, tidur lagi senja-senja macam ni ! dah ! bangun pegi sembahyang !" emaknya terus merungut sambil berlalu Keluar....
...Dan husen tersengih keseorangan. rasa macam nak masuk dalam kaleng biskut ! Malu beb !!



mudah-mudahan bisa di mengerti ya....walaupun ada kata-kata yang sedikit aneh, tapi itulah kita jadi ngerti bermacam-macam bahasa di negri ni.